Bahaya Cacar Air Saat Ibu Hamil

By | 12/11/2017

Bahaya Cacar Air Saat Ibu Hamil dan Cara Pengobatannya

Bahaya Cacar Air Saat Ibu Hamil – Cacar air mungkin Anda alami saat kehamilan, meskipun hal semacam ini cukup jarang terjadi. Untuk Anda yang sudah pernah mengalami cacar air, mungkin saja tubuh Anda semakin lebih kebal dengan cacar air. Jadi, Anda tidaklah perlu cemas. Tetapi, bagaimana bila Anda belum juga pernah terserang cacar air atau terserang cacar air waktu hamil ? Cacar air waktu hamil bisa berisiko untuk janin Anda dalam kandungan.

Virus cacar air bisa menyebar lewat kontak langsung dengan ruam maupun percikan air ludah dari penderita cacar air. Ibu hamil yang sudah sempat mengalami cacar air bisa bernapas lega sebab system kekebalan tubuh telah membuat pertahanan pada serangan virus cacar air.

Bahaya Cacar Air Saat Ibu Hamil

Cacar air, disebut juga dengan varisela, mempunyai beberapa gejala berbentuk demam, nyeri pada tubuh, lalu dibarengi dengan muncul ruam kecil kemerahan. Biasanya, gejala cacar air juga akan muncul 14-16 hari sejak hari pertama terpapar virus. Penderita cacar air kemudian bisa selalu menularkan sampai ruam jadi kering.

Sebagian besar ibu hamil yang terserang cacar air bisa sembuh tanpa efek apapun, tetapi ada juga ibu hamil yang bisa mengalami komplikasi. Berikut beberapa resiko komplikasi yang dapat menimpa :

1. Ibu Hamil

Salah satu risiko komplikasi cacar air pada ibu hamil adalah pneumonia, yaitu radang paru-paru. Selain itu, komplikasi lain yang bisa terjadi adalah ensefalitis (radang otak) dan hepatitis (radang hati). Faktor yang dapat meningkatkan risiko komplikasi cacar air pada ibu hamil adalah kebiasaan buruk merokok, memiliki riwayat penyakit paru-paru, mengonsumsi steroid, dan mengandung lebih dari 20 minggu.

2. Bayi Di Dalam Kandungan

Jika infeksi virus cacar air terjadi pada pertengahan awal kehamilan, maka akan timbul risiko sindrom varicella kongenital. Sindrom tersebut dapat mengakibatkan kelainan bawaan berupa bekas luka, kelainan otot dan tulang, kelumpuhan, ukuran kepala kecit, kebutaan, kejang atau keterbelakangan mental. Meski demikian, hingga kini belum terbukti cacar air dapat meningkatkan risiko keguguran.

Untuk cacar air yang terjadi pada saat usia kehamilan 28-36 minggu, virus akan masuk ke tubuh bayi dengan berkemungkinan tidak menimbulkan gejala apa pun. Risiko virus kembali aktif dan memicu cacar api (shingles) dapat terjadi pada beberapa tahun pertama kehidupan si bayi. Khusus mengenai cacar air yang terjadi setelah usia kehamilan 36 minggu akan meningkatkan kemungkinan bayi terinfeksi dan lahir dengan kondisi terkena cacar air.

3. Bayi Baru Lahir

Tidak hanya pada masa-masa di dalam kandungan, cacar air juga dapat menyerang bayi setelah persalinan. Cacar air yang terjadi beberapa hari sebelum melahirkan hingga maksimal dua hari setelah melahirkan dapat menyebabkan bayi baru lahir turut terserang cacar air yang dapat mengancam nyawa yang disebut neonatal varicella.

Ketika ibu hamil terserang cacar air dan tidak diterapi, maka kemungkinan bayi terserang cacar air pada masa-masa tersebut mencapai 50 persen. Gejala-gejala cacar air akan muncul pada usia bayi sekitar 5-10 hari setelah lahir. Jika tidak ditangani dengan tepat, cacar air pada bayi baru lahir bisa menyebabkan kematian.

Apa Yang Harus Ibu Lakukan Jika Terkena Cacar Air Saat Hamil ?

Sebelumnya, Anda harus mengetahui apakah Anda sudah pernah terkena cacar air sebelumnya atau belum pernah sama sekali. Jika Anda sudah pernah terkena cacar air, artinya tubuh Anda lebih kebal terhadap virus cacar air sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi. Pada umumnya, sangat jarang orang terkena cacar air sampai dua kali. Namun, jika Anda belum pernah terkena cacar air atau tidak yakin jika pernah terkena cacar air, sebaiknya segera hubungi dokter Anda. Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kekebalan Anda terhadap cacar air.

Jika hasil tes menunjukkan bahwa Anda tidak kebal, dokter mungkin akan memberikan Anda suntikan VZIG untuk mengurangi risiko Anda terkena infeksi dan komplikasi yang serius. Namun, suntikan tersebut tidak dapat mencegah infeksi pada janin Anda. Suntikan perlindungan ini dapat bekerja pada tubuh Anda sekitar 3 minggu, jadi jika Anda masih terkena cacar air lebih dari 3 minggu setelah disuntik, mungkin Anda perlu mendapatkan suntikan ini lagi.

Untuk menghindari cacar air saat hamil, sebaiknya Anda melakukan tes darah sebelum kehamilan untuk memeriksa apakah tubuh Anda sudah kebal terhadap virus cacar air atau belum. Jika belum, Anda bisa mendapatkan vaksin untuk melawan virus cacar air sebelum kehamilan. Vaksin cacar air tidak dapat diberikan saat Anda hamil karena dapat membahayakan janin yang ada dalam kandungan Anda.

Baca Juga :

Penderita Cacar Air Boleh Mandi Atau Tidak ?

Penyebab Cacar Air Bernanah

Makanan Sehat Untuk Penderita Tumor Jinak Payudara

Pengobatan Tumor Mata Tanpa Operasi

Pantangan Makanan Setelah Operasi Tumor Jinak

Bahaya Cacar Air Saat Ibu Hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *